Anak Jalanan “Jangan Pandang Kami Sebelah Mata”

Teringat perjalanan kemarin, diatas angkot saat jalanan lagi macet. Naiklah 2 orang anak punk. Seperti biasa, aktivitas mereka adalah ngamen. Kalimat pengantarnya seperti ini ” Kami punk, bukan kriminal….bla…bla…, mhon sedikit rasa sosial Anda,…tapi jangan pandang kami sebelah mata”. Kupandang sekilas wajah anak muda itu, dekil dengan lubang telinga yang lebar, kata orang-orang sih, mereka tidak pernah mandi. Sepanjang perjalanan selama kurang lebih 10 menit, mereka bernyanyi yang entah menggunakan nada dasar apa. Tapi yang sangat membekas didalam pikiran dan perasaanku adalah “jangan pandang kami sebelah mata”.

Saya berpikir, tidak ada satu pun dari mereka yang ingin hidup seperti itu. Saat 2 orang ibu sibuk berbincang soal kawat gigi anaknya yang harganya jutaan rupiah, saya teringat anak-anak muda tadi, pasti mereka tidak pernah bermimpi untuk memakai kawat gigi. Untuk makan pun mereka pas-pasan.

Bagaimana dengan percaya dirinya mereka menaiki sebuah angkot untuk bernyanyi dengan nada yang mungkin susah untuk diikuti, saya berpikir, seandainya saja uang rakyat tidak habis dikorupsi dan kekayaan alam milik rakyat tidak dikuasai asing, dan pemerintah memberi pendidikan murah ato gratis, pastilah mereka tidak ada disitu. Mungkin mereka akan ada di sekolah, dan berdiri dengan percaya diri mempresentasikan hasil karya mereka.Dan mereka tidak akan menjadi anak punk yang dekil dan jarang mandi.

Kesibukan orang tua mereka mencari nafkah dizaman Kapitalisme ini, menjadikan mereka anak-anak liar yang tidak terdidik dengan baik. Para orang tua dengan kehidupan menengah ke bawah, hanya berpikir bagaimana anak-anaknya bisa makan hari ini untuk melanjutkan hidup esok harinya. Orang tua mereka hanya mampu menyampaikan sedikit nasehat disisa-sisa tenaga mereka pada malam harinya, mungkin itupun disampaikan dengan mata redup yang sudah meminta untuk tidur. Siapa yang salah, orang tua mereka? Mereka? Atau orang yang berjanji untuk mengatur negara dan harta mereka tapi ingkar janji?

Tidak semua manusia sama, memiliki pemikiran yang sama, rezeki yang sama, dan semangat yang sama. Karena itulah Allah membuat syari’at Islam untuk diterapkan oleh sebuah negara agar semua perbedaan itu memiliki tempat dan kesempatan yang sama. Mendapatkan kebutuhan pokok mereka, makanan, pakaian,  pendidikan, kesehatan, dan keamanan hidup. Tanpa diskriminasi ekonomi, seperti saat ini, semua ada jika uang ada.

Jangan pandang anak jalanan sebelah mata, karena mereka ciptaan Allah. Dan mereka merindukan hidup sejahtera seperti kita. Mereka juga rindu kehidupan normal. Berbagilah sedikit rezeki dan doakan semoga apa yang Anda berikan membawa barokah Allah sehingga digunakan untuk kebaikan.

Doa : “semoga segera tiba saat itu, dimana semua makhluk bumi berseru “Allahu Akbar” karena syari’at-Nya telah ditegakkan dan diterapkan dalam bingkai Khilafah” Amiin Yaa Rabbal’alamin

Selamat Berpuasa di Bulan Ramadhan 1432 H


Alhamdulillahi, kita berjumpa lagi dengan Ramadhan. Bulan yang selalu dirindukan oleh seluruh kaum muslimin. Ramadhan adalah bulan yang agung, sudah sepantasnya kita sambut dengan penuh kegembiraan dan penghormatan. Ramadhan adalah bulan ibadah, dimana pahala kita dilipat gandakan oleh Allah SWT. Dalam bulan Ramadhan, ada 1 malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yaitu malam Lailatul Qadar.
Rasulullah saw. bersabda :
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan keberkahan. Allah telah mewajibkan kalian shaum di dalamnya. Di bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di bulan itu terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR. an-Nasa’i dan al-Baihaqi)
Semoga Ramadhan kali ini, ibadah kita jauh lebih baik dari Ramadhan tahun lalu. Dan kita benar-benar meraih kemenangan, kemuliaan dunia dan akhirat. Amiin….

Sup Cream ala Ummi


Hari minggu kemarin, teman lamaku janji mau silaturahim ke rumah. Sudah 13 tahun tidak pernah bertemu sejak lulus dari SMU tahun 1998. Pas lihat-lihat isi kulkas, muncul ide untuk membuat sup cream dengan sedikit modifikasi dari resep sebenarnya…hehehe
Alhamdulillahi, ternyata enak, dan orang-orang rumah pada berkeringat pas makan…yummmy:D
Bahan :
Daging ayam 1 ekor
Kacang polong 250 gr
Jagung 5 buah
Susu cair 40 ml
Keju 200 gr (diparut)
1 butir telur
Lada
Daun bawang
Daun seledri
Bawang merah (untuk bawang goreng)
Bawang putih
Mentega untuk menumis
Tepung maizena 2 sendok
Garam
Gula
Jeruk nipis
Sambal

Cara membuat :
Rebus jagung hingga matang.
Masak ayam dengan air rebusan jagung sampai 1/2 matang, airnya nanti untuk bahan kaldu.
Setelah ayamnya matang, angkat tiriskan, potong-potong dadu atau disuir-suir.
Pipil jagung yang sudah direbus.
Haluskan lada/merica, bawang putih.
Iris tipis daun bawang, daun seledri, dan bawang merah.
Panaskan mentega, tumis lada + bawang putih yang sudah dihaluskan, setelah wangi masukkan sebagian irisan daun bawang. setelah daun bawangnya layu, masukkan ke kaldu ayam.
Masak kaldu hingga mendidih, masukkan jagung dan kacang polong.
Setelah matang, masukkan susu, 100gr keju. Kocok lepas telur, lalu masukkan. Campur maizena dengan sedikit air, masukkan sambil diaduk. Tambahkan garam dan gula secukupnya. Tunggu hingga mendidih, matikan.

Hidangkan sup dengan taburan bawang goreng, keju parut, dan irisan daun seledri.
Terasa lebih segar dengan perasan jeruk nipis dan sambal.

SELAMAT MENIKMATI……

NB : ternyata temanku tidak jadi datang :(

Tetralogi Laskar Pelangi

Salah satu hal yang saya suka, diantara banyak hal adalah baca dan beli buku :D . Ini sebagian dari buku/novel yang saya punya. Bercita-cita bisa membuat resensi dari semua buku yang sudah saya baca, tapi masih dalam proses belajar jadi diupload judulnya dulu….mungkin nanti kategorinya akan berubah menjadi “Resensi Buku”, cieeee:P
Novel-novel Andrea Hirata Lanjut membaca

Hidup Tanpa Penyesalan

Manusia hidup dalam dua lingkaran kejadian, yang pertama adalah lingkaran dimana ia dikuasai/dipaksa untuk menerima. Contohnya ia terlahir sebagai perempuan, bukan pilihan tapi sesuatu yang telah ditentukan. Yang kedua adalah lingkaran yang ia kuasai, dimana ia diberi kesempatan untuk memilih.
Terlahir dengan fisik yang sempurna atau pun cacat tidaklah penting, yang penting adalah bagaimana kita menyadari bahwa apa pun yang ada dalam diri kita adalah yang terbaik yang diberikan oleh-Nya. mampu berbuat kebaikan dengan kesempurnaan dan kekurangan kita. Lanjut membaca

an-Nur (24) : 55

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih di anatara kalian, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia pernah menjadikan orang2 sebelum mereka berkuasa; akan meneguhkan bagi mereka aga yang telah Dia ridhai untuk mereka; dan akan mengubah keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku tanpa menyekutukan seseorang pun dengan-Ku” (TQS an-Nur [24]:55)